Jumat, 06 Juli 2012 - 15:07:17 WIB
Riwayat Hidup Imam Maliki
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Fiqih - Dibaca: 2190 kali

 IMAM MALIKI dan MADHAB MALIKIYAH

Imam Malik yang bernama lengkap Abu Abdullah Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir bin Amr bin Haris bin Gaiman bin Kutail bin Amr bin Haris al Asbahi, lahir di Madinah pada tahun 712 M dan wafat tahun 796 M. Berasal dari keluarga Arab terhormat, berstatus sosial tinggi, baik sebelum maupun sesudah datangnya Islam. Tanah asal leluhurnya adalah Yaman, namun setelah nenek moyangnya menganut Islam, mereka pindah ke Madinah. Kakeknya, Abu Amir, adalah anggota keluarga pertama yang memeluk agama Islam pada tahun 2 H. Saat itu, Madinah adalah kota ilmu yang sangat terkenal.

 

Kendati demikian, dalam mencari ilmu Imam Malik rela mengorbankan apa saja. Menurut satu riwayat, sang imam sampai harus menjual tiang rumahnya hanya untuk membayar biaya pendidikannya. Menurutnya, tak layak seorang yang mencapai derajat intelektual tertinggi sebelum berhasil mengatasi kemiskinan. Kemiskinan, katanya, adalah ujian hakiki seorang manusia.

 

 Guru Imam Maiki 

  1. Anas bin Malik ayah sendiri
  2. paman-pamannya. Mayyoritas keluarga besarnya para perowi Hadist
  3.  Nafi' bin Abi Nuaim,
  4. Ibnu Syihab az Zuhri,
  5. Abul Zinad,
  6. Hasyim bin Urwa,
  7. Yahya bin Said al Anshari.
  8. Muhammad bin Munkadir.
  9. Abdurrahman bin Hurmuz,
  10. tabi'in ahli hadits, fikih, fatwa dan ilmu berdebat.
  11. Imam Jafar Shadiq
  12. Rabi Rayi.

 

Murid Murid Imam Maliki.

 

  1.  Al Mansur. Abu Ja'far Al-Manshur menjabat khalifah kedua Bani Abbasiyah 136 H/754 M
  2. Al Mahdi. Abu 'Abdillah Muhammad bin al-Manshur (158-169 H) adalah khalifah ketiga dari Khilafah 'Abbasiyah. Dia adalah putra Abu Ja'far al-Manshur,
  3.  Hadi Harun. Musa Al-Hadi (785-786 M) menjabat Khalifah Abbasiyah keempat
  4. Al Ma'mun.  adalah Khalifah ke-7 dari Khilafah Abbasiyyah
  5. Imam Abu Hanifah Pendiri Madhab Hanafi
  6. Imam Syafi'i  pelopor Madhab Syafi’i
  7. Menurut sebuah riwayat disebutkan murid terkenal Imam Malik mencapai 1.300 orang.

 

Ciri pengajaran Imam Malik:

 

  1. Disiplin tinggi
  2. Ketentraman.
  3. rasa hormat murid kepada gurunya.

 

Prinsip ini dijunjung tinggi olehnya sehingga tak segan-segan ia menegur keras murid-muridnya yang melanggar prinsip tersebut. Pernah suatu kali Khalifah Mansur membahas sebuah hadits dengan nada agak keras. Sang imam marah dan berkata, ''Jangan melengking bila sedang membahas hadits Nabi.''

 

Ketegasan sikap Imam Malik bukan sekali saja. Berulangkali, manakala dihadapkan pada keinginan penguasa yang tak sejalan dengan aqidah Islamiyah, Imam Malik menentang tanpa takut risiko yang dihadapinya. Salah satunya dengan Ja'far, gubernur Madinah. Suatu ketika, gubernur yang masih keponakan Khalifah Abbasiyah, Al Mansur, meminta seluruh penduduk Madinah melakukan bai'at (janji setia) kepada khalifah. Namun, Imam Malik yang saat itu baru berusia 25 tahun merasa tak mungkin penduduk Madinah melakukan bai'at kepada khalifah yang mereka tak sukai.

 

Kisah

 

Ia pun mengingatkan gubernur tentang tak berlakunya bai'at tanpa keikhlasan seperti tidak sahnya perceraian paksa. Ja'far meminta Imam Malik tak menyebarluaskan pandangannya tersebut, tapi ditolaknya. Gubernur Ja'far merasa terhina sekali. Ia pun memerintahkan pengawalnya menghukum dera Imam Malik sebanyak 70 kali. Dalam kondisi berlumuran darah, sang imam diarak keliling Madinah dengan untanya. Dengan hal itu, Ja'far seakan mengingatkan orang banyak, ulama yang mereka hormati tak dapat menghalangi kehendak sang penguasa.

 

Namun, ternyata Khalifah Mansur tidak berkenan dengan kelakuan keponakannya itu. Mendengar kabar penyiksaan itu, khalifah segera mengirim utusan untuk menghukum keponakannya dan memerintahkan untuk meminta maaf kepada sang imam. Untuk menebus kesalahan itu, khalifah meminta Imam Malik bermukim di ibukota Baghdad dan menjadi salah seorang penasihatnya. Khalifah mengirimkan uang 3.000 dinar untuk keperluan perjalanan sang imam. Namun, undangan itu pun ditolaknya. Imam Malik lebih suka tidak meninggalkan kota Madinah. Hingga akhir hayatnya, ia tak pernah pergi keluar Madinah kecuali untuk berhaji.

 

Pengendalian diri dan kesabaran Imam Malik membuat ia ternama di seantero dunia Islam. Pernah semua orang panik lari ketika segerombolan Kharijis bersenjatakan pedang memasuki masjid Kuffah. Tetapi, Imam Malik yang sedang shalat tanpa cemas tidak beranjak dari tempatnya. Mencium tangan khalifah apabila menghadap di baliurang sudah menjadi adat kebiasaan, namun Imam Malik tidak pernah tunduk pada penghinaan seperti itu. Sebaliknya, ia sangat hormat pada para cendekiawan, sehingga pernah ia menawarkan tempat duduknya sendiri kepada Imam Abu Hanifah yang mengunjunginya.

 

 Al Muwatta' adalah kitab fikih berdasarkan himpunan hadits-hadits pilihan. Santri mana yang tak kenal kitab yang satu ini. Ia menjadi rujukan penting, khususnya di kalangan pesantren dan ulama kontemporer. Karya terbesar Imam Malik ini dinilai memiliki banyak keistimewaan. Ia disusun berdasarkan klasifikasi fikih dengan memperinci kaidah fikih yang diambil dari hadits dan fatwa sahabat.

 

Menurut beberapa riwayat, sesungguhnya Al Muwatta' tak akan lahir bila Imam Malik tidak 'dipaksa' Khalifah Mansur. Setelah penolakan untuk ke Baghdad, Khalifah Al Mansur meminta Imam Malik mengumpulkan hadits dan membukukannya. Awalnya, Imam Malik enggan melakukan itu. Namun, karena dipandang tak ada salahnya melakukan hal tersebut, akhirnya lahirlah Al Muwatta'. Ditulis di masa Al Mansur (754-775 M) dan baru selesai di masa Al Mahdi (775-785 M).

 

Imam Malik tak hanya meninggalkan warisan buku. Ia juga mewariskan mazhab fikih di kalangan Islam Sunni, yang disebut sebagai Mazhab Maliki. Selain fatwa-fatwa Imam Malik dan Al Muwatta', kitab-kitab seperti Al Mudawwanah al Kubra, Bidayatul Mujtahid wa Nihaayatul Muqtashid (karya Ibnu Rusyd), Matan ar Risalah fi al Fiqh al Maliki (karya Abu Muhammad Abdullah bin Zaid), Asl al Madarik Syarh Irsyad al Masalik fi Fiqh al Imam Malik (karya Shihabuddin al Baghdadi), dan Bulgah as Salik li Aqrab al Masalik (karya Syeikh Ahmad as Sawi), menjadi rujukan utama mazhab Maliki.

 

Di samping sangat konsisten memegang teguh hadits, mazhab ini juga dikenal amat mengedepankan aspek kemaslahatan dalam menetapkan hukum. Secara berurutan, sumber hukum yang dikembangkan dalam Mazhab Maliki adalah Al-Qur'an, Sunnah Rasulullah SAW, amalan sahabat, tradisi masyarakat Madinah (amal ahli al Madinah), qiyas (analogi), dan al maslahah al mursalah (kemaslahatan yang tidak didukung atau dilarang oleh dalil tertentu).

 

 

 

DASAR-DASAR MAZHAB MALIKI

 

  • Nashul Kitab
  • Dzaahirul Kitab
  • Dalilul Kitab
  • Mafhum muwafaqah
  • Tanbihul Kitab, terhadap illat
  • Nash-nash Sunnah
  • Dzahirus Sunnah
  • Dalilus Sunnah
  • Mafhum Sunnah
  • Tanbihus Sunnah
  • Ijma’
  • Qiyas
  • Amalu Ahlil Madinah
  • Qaul Shahabi
  • Istihsan
  • Muraa’atul Khilaaf
  • Saddud Dzaraa’i.

 

SAHABAT-SAHABAT IMAM MALIKI DAN PENGEMBANGAN MAZHABNYA

 

  • Abu Muhammad Abdullah bin Wahab bin Muslim.
  • Abu Abdillah Abdur Rahman bin Qasim al Utaqy.
  • Asyhab bin Abdul Aziz al Qaisi.
  • Abu Muhammad Abdullah bin Abdul Hakam.
  • Asbagh bin Farj al Umawi.
  • Muhammad bin Abdullah bin Abdul Hakam.
  • Muhammad bin Ibrahim bin Ziyad al Iskandari.

 

ADAPUN ULAMA-ULAMA YANG MENGEMBANGKAN MAZHAB MALIKI DI AFRIKA DAN ANDALUS IALAH :

 

  • Abu Abdillah Ziyad bin Abdur Rahman al Qurthubi.
  • Isa bin Dinar al Andalusi.
  • Yahya bin Yahya bin Katsir Al Laitsi.
  • Abdul Malik bin Habib bin Sulaiman As Sulami.
  • Abdul Hasan Ali bin Ziyad At Tunisi.
  • Asad bin Furat.
  • Abdus Salam bin Said At Tanukhi.

 

SEDANG FUQAHA-FUQAHA MALIKIYAH YANG TERKENAL SESUDAH GENERASI TERSEBUT DI ATAS ADALAH SEBAGAI BERIKUT :

 

  • Abdul Walid al Baji
  • Abdul Hasan Al Lakhami
  • Ibnu Rusyd Al Kabir
  • Ibnu Rusyd Al Hafiz
  • Ibnu ‘Arabi
  • Ibnul Qasim bin Jizzi

 

Mazhab Maliki pernah menjadi mazhab resmi di Mekah, Madinah, Irak, Mesir, Aljazair, Tunisia, Andalusia (kini Spanyol), Marokko, dan Sudan. Kecuali di tiga negara yang disebut terakhir, jumlah pengikut mazhab Maliki kini menyusut. Mayoritas penduduk Mekah dan Madinah saat ini mengikuti Mazhab Hanbali. Di Iran dan Mesir, jumlah pengikut Mazhab Maliki juga tidak banyak. Hanya Marokko saat ini satu-satunya negara yang secara resmi menganut Mazhab Maliki.

 

Beliau wafat pada tahun 179 hijrah ketika berumur 86 tahun dan meninggalkan 3 orang putera dan seorang puteri.

 

Dari barbagai sumber

 

 By watuireng2000@yahoo.com        watuireng763@gmail.com

 

 

 

 

 




155 Komentar :

Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen
18 Maret 2013 - 23:29:24 WIB

Mau baca berbagai macam hak produsen konsumen cerdas? Dapatkan informasi lengkap di situs kementrian dalam negeri, ini alamatnya ditjenspk.kemendag.go.id.
About Hong Kong Travel
29 Maret 2013 - 00:40:06 WIB

Information yang sangat bagus di situs ini. Numpang browsing2 aja hehe...
UK Web Directory
02 April 2013 - 10:54:03 WIB

nice info pak.thx...
Layanan SEO Terjangkau
04 April 2013 - 20:04:59 WIB

Situsnya informatif sekali bro. Numpang baca aje yak. And salam kenal juga hehe.
Vakantiehuis In frankrijk
11 April 2013 - 07:32:34 WIB

Sangat cerdas dan bermanfaat untuk pembaca.
Kamagra
14 April 2013 - 20:41:49 WIB

Jujur aja situs ini bagus banget, baik dari segi isi maupun desain. Salut buat yang punya. Two Thumbs UP deh!!
Auto Repair Seattle
20 April 2013 - 20:49:13 WIB

Sangat menarik informasi dari anda
Document Translation
21 April 2013 - 12:31:40 WIB

Silakan anda kunjungi website kami untuk layanan translasi bahasa.
Full Paid Surveys
21 April 2013 - 23:17:50 WIB

informasinya sangat menarik mas bro,,thanks
Personal Injury Lawyer Bellevue
22 April 2013 - 07:02:13 WIB

Kita ucapkan Selamat pagi, salam sukses, semakin profesional dan terima-kasih banyak !
<< First | < Prev | 1 | 2 | 3 | ... | 16 | Next > | Last >>
Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)